BEM Unisan Audiensi ke BI Gorontalo, Bahas Pelemahan Rupiah yang Berdampak ke Masyarakat

Kepala BI Gorontalo saat menjelaskan Kondisi Ekonomi terkini di depan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisan (Foto: Istimewa)

GORONTALO– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan) mengajukan surat permohonan audiensi kepada Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo untuk memperoleh penjelasan mengenai pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan menjadi perhatian publik.

Audiensi yang berlangsung di Kantor BI Perwakilan Gorontalo, Jumat (26/6/2026), diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo. Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi Unisan, Dr. Musafir, S.E., M.Si., Ketua LPPM Dr. Muh. Sabir, M.Si., dan Ketua Program Studi Manajemen, Syamsul, SE.,M.Si

Dekan Fakultas Ekonomi Unisan, Dr. Musafir, mengatakan audiensi tersebut merupakan inisiatif BEM sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Mahasiswa hadir sebagai representasi suara masyarakat. Banyak masyarakat yang mungkin tidak memahami bagaimana mekanisme nilai tukar rupiah atau faktor-faktor yang memengaruhinya, tetapi mereka merasakan langsung dampaknya melalui kenaikan harga barang, biaya hidup, maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, mahasiswa merasa perlu memperoleh penjelasan langsung dari Bank Indonesia agar informasi yang diterima masyarakat tidak keliru,” kata Musafir.

Dalam audiensi tersebut, Kepala BI Perwakilan Gorontalo Bambang Satya Permana menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak semata dipengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri, melainkan juga dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut Bambang, memanasnya konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah mendorong investor portofolio mengalihkan dananya dari negara berkembang ke aset yang dinilai lebih aman.

“Ketegangan geopolitik meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Investor portofolio kemudian melakukan pengalihan investasi ke aset safe haven sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, Bank Indonesia terus menjalankan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai kebijakan moneter, pergerakan nilai tukar, hingga dampak pelemahan rupiah terhadap kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Ichsan Gorontalo berharap informasi yang diperoleh dari Bank Indonesia dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat sehingga mereka memahami penyebab pelemahan rupiah secara utuh dan tidak hanya melihat dampaknya terhadap harga kebutuhan sehari-hari.

Exit mobile version