Didin Idrus, Sosok di Balik Kelancaran Transportasi PENAS XVII Gorontalo

RAGAMPOST.ID – Kesuksesan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo tidak hanya lahir dari kemegahan acara di atas panggung. Di balik kelancaran mobilitas ribuan peserta, terdapat kerja panjang yang dilakukan banyak orang di balik layar, salah satunya Didin Idrus.

Pria yang dipercaya sebagai Koordinator Transportasi PENAS XVII di bawah naungan PT Qdua Sukses Mandiri itu memilih lebih banyak bekerja daripada mencari sorotan. Baginya, keberhasilan sebuah event nasional bukan tentang siapa yang paling dikenal, melainkan warisan kerja yang dapat dikenang.

Persiapan tidak dilakukan dalam waktu singkat. Didin bersama timnya mulai membangun organisasi kerja sejak akhir April 2026. Memasuki Mei, mereka menyusun konsep operasional, sebelum seluruh rencana dieksekusi mulai 10 Juni hingga berakhirnya penyelenggaraan PENAS XVII.

“Banyak yang melihat hasilnya sekarang, tetapi sedikit yang tahu bagaimana proses panjang di belakangnya,” ujar Didin, Kamis (26/6/2026).

Selama proses tersebut, Didin mengaku sempat menghadapi tantangan sosial. Meski kedua orang tuanya, Idrus Mohammad dan Fatma Pakaya, merupakan putra-putri Gorontalo, dirinya lebih dikenal sebagai orang Manado karena lama menetap di Sulawesi Utara.

Ia mengaku sempat merasakan adanya sentimen kedaerahan dalam dinamika penyelenggaraan kegiatan. Namun, menurutnya, kondisi itu merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi secara profesional.

“Saya datang bukan untuk cari uang. Saya datang karena merasa terpanggil dan ingin meninggalkan legacy,” katanya.

Prinsip itu menjadi pegangan Didin dalam menjalankan tanggung jawabnya. Menurutnya, persoalan sekecil apa pun dapat memengaruhi sukses tidaknya sebuah agenda berskala nasional, sehingga setiap kendala harus diselesaikan dengan cepat.

Dalam operasional transportasi, sedikitnya terdapat empat kelompok besar penyedia jasa yang mendukung kelancaran layanan, termasuk tim yang dipimpinnya.

Salah satu langkah yang dinilai cukup berani ialah membangun jaringan penyedia kendaraan di luar perusahaan rental besar. Ketika negosiasi dengan sejumlah perusahaan tidak menemukan kesepakatan, terutama terkait harga, Didin memilih merangkul masyarakat yang memiliki kendaraan layak pakai.

Mulai dari ibu rumah tangga, petani, dosen, hingga masyarakat umum yang bukan pelaku usaha rental, semuanya diberi kesempatan untuk berpartisipasi.

“Saya akhirnya putar otak. Saya door to door mencari kendaraan, bahkan harus mendatangkan mobil dari luar Gorontalo agar kebutuhan transportasi tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Bagi Didin, mengoordinasikan transportasi bukan sekadar menyediakan kendaraan. Ia juga harus memastikan sistem operasional berjalan baik, mulai dari pola parkir, arus keluar-masuk kendaraan, hingga pengaturan mobilitas peserta selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi.

“Saya sampai lupa memikirkan kebutuhan kamar mandi dan air untuk para driver yang tinggal di mess. Itu menjadi catatan saya, tetapi syukurlah semuanya tetap bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Didin menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan PENAS XVII tidak mungkin diraih tanpa dukungan tim yang solid. Timnya terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

“Bahkan ada anggota tim dari Bandung yang tidak datang ke Gorontalo, tetapi mengendalikan master data dari sana. Bendahara kami lulusan S2 Ekonomi, ketua reservasi sudah 15 tahun di dunia travel. Ada yang berpengalaman di event nasional, juri balap, aktivis, sampai musisi. Semua bekerja sesuai keahliannya,” jelasnya.

Di akhir penyelenggaraan PENAS XVII, Didin mengaku tidak berharap namanya menjadi pusat perhatian. Baginya, kepuasan terbesar adalah ketika sistem yang dibangun mampu menjadi warisan kerja yang dikenang, sekaligus menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah event nasional lahir dari dedikasi banyak orang yang bekerja tanpa harus tampil di depan panggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *