GORONTALO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan), menggelar praktik kewirausahaan melalui mata kuliah Technopreneurship, Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, merancang produk, dan memahami praktik pengelolaan usaha.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan berbasis teknologi di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan usaha secara langsung.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai produk makanan dan minuman hasil kreativitas mereka. Produk-produk itu mencerminkan upaya mahasiswa dalam memahami proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha sederhana yang memiliki nilai ekonomi.
Mata kuliah Technopreneurship berada di bawah tanggung jawab dosen pengampu, Nurhayati Olii, S.E., M.M. Melalui kegiatan ini, ia mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan, kemampuan berinovasi, dan keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi persoalan usaha.
Nurhayati menjelaskan bahwa praktik Technopreneurship tidak semata-mata bertujuan mengajarkan mahasiswa memperoleh keuntungan dari kegiatan penjualan. Lebih dari itu, pembelajaran tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah gagasan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui praktik ini, kami ingin mahasiswa memahami bahwa kewirausahaan bukan sekadar menjual produk, melainkan proses membangun kreativitas, membaca peluang, menyusun strategi, serta menciptakan nilai tambah. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan juga perlu memiliki kemampuan berinovasi agar mampu menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang,” ujar Nurhayati dalam pernyataan yang disiapkan untuk rilis kegiatan.
Menurut Nurhayati, pembelajaran Technopreneurship juga memiliki hubungan dengan perkembangan teknologi digital. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi dapat mendukung promosi produk, memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing pelaku ekonomi lokal.
Ia menilai pengalaman menjalankan usaha secara langsung dapat membentuk kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, berkomunikasi, mengelola sumber daya, dan menyelesaikan persoalan. Kompetensi tersebut tidak hanya relevan dalam dunia bisnis, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tata kelola organisasi dan pelayanan publik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Ichsan Gorontalo, Swastiani Dunggio, S.IP., M.Si., menilai kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembelajaran aplikatif yang mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di luar penguasaan teori pemerintahan dan administrasi publik.
Swastini menjelaskan bahwa pengembangan pembelajaran kewirausahaan memiliki hubungan dengan arah visi Program Studi Ilmu Pemerintahan, khususnya dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi, kemampuan berinovasi, kemandirian, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Mata kuliah Technopreneurship memiliki relevansi dengan arah pengembangan Program Studi Ilmu Pemerintahan karena kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memahami teori dan praktik pemerintahan, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan inovasi, mengembangkan potensi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Kompetensi kewirausahaan menjadi salah satu bekal penting dalam mewujudkan orientasi tersebut,” kata Swastini kepada ragampost.id.
Menurut Swastini, hubungan antara Technopreneurship dan disiplin Ilmu Pemerintahan dapat terlihat melalui peran pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami perkembangan ekonomi lokal, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta merumuskan kebijakan yang mendukung inovasi dan kemandirian masyarakat.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan perlu mengembangkan perspektif yang lebih luas mengenai pembangunan. Pemahaman terhadap penyelenggaraan pemerintahan harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca persoalan ekonomi dan sosial sehingga lulusan dapat menawarkan gagasan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan praktik tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata. Melalui keterlibatan langsung dalam proses kewirausahaan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kreativitas, membangun kerja sama kelompok, dan mengevaluasi strategi usaha yang mereka jalankan.
Melalui praktik mata kuliah Technopreneurship, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Ichsan Gorontalo berupaya memperluas ruang pembelajaran mahasiswa dari penguasaan konsep menuju penerapan keterampilan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghubungkan kompetensi pemerintahan dengan kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.










