Gorontalo – Sebagai wujud komitmen bersama menjaga inflasi tetap terkendali, khsusnya pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Bank Indonesia telah memfasilitasi pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID pada 4 Februari 2026, yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Gorontalo.
Dalam hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana saat Ngopi Bareng Insan Media (Piramida) di Galeri Olaku, Jumat (20/2/2026).
Sebagai tindak lanjut dari HLM TPID tersebut, Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya untuk memperkuat startegi 4K yang terintegrasi.
Pertama, adalah Keterjangkauan Harga (K1), melalui Optimalisasi pemantauan harga dan pasokan pangan strategis melalui pemanfaatan early warning system (IPH BPS/ PIHPS BI), pemantauan lapangan terpadu, serta stabilitas harga melalui intervensi pasar yang terkoordinasi, tepat lokasi, tepat waktu serta tepat komoditi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Sampai saat ini sudah dilakukan tiga kali GPM, baik di tingkat rovinsi maupun kabupaten/kota dan ke depan akan semakin intensif.
Kedua adalah ketersediaan pasokan melalui memperkuat sumber pasokan lokal untuk komoditas pangan strategis dan optimalisasi Kerjasama AntarDaerah (KAD) yang sudah ada untuk mendapatkan pasokan komoditas yang tidak banyak dihasilkan di Gorontalo, seperti bawang merah dan tomat.
Ketiga adalah kelancaran Distribusi, melalu subsidi ongkos angkut dalam pelaksanaan GPM dan pasar murah yang terkoordinasi, tepat lokasi, tepat waktu serta tepat komoditi.
Selain itu otoritas terkait juga memastikan pasokan BBM dan LPG, ketersediaan armada angkit, pengawasan distribusi lintas wilayah dan mitigasi risiko cuaca. Ke depan juga akan dilakukan penguatan KAD.
Ke empat adalah Komunikasi Efektif melalui kampanye belanja baik sesuai kebutuhan, serta perluasan informasi kepada masyarakat terkait kegiatan GPM dan inspeksi pasar oleh otoritas yang diharapkan dapat menimbulkan dampak psikologis pada pedagang untuk menurunkan harga.
Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untukberbelanja usai kebutuhan, menggunakan produk UMKM olahan pangan sebagai diversifikasi konsumsi komoditas pangan segar, serta membiasakan transaksi non tunai agar belanja lebih efesien dan aman sekaligus terhindar dari risiko membawa uang tunai seperti uang rusak dan hilang.










