Gorontalo – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Gorontalo kembali menyelenggarakan Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026, sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Kegiatan Opening Ceremony dibuka oleh Gubernur Gorontalo, serta turut dihadiri Kanwil Kemenag, OPD terkait, KDEKS, Himpunan Ekonomi Bisnis Pondok Pesentren (HEBITREN), serta Kepala Perwakilan BI Gorontalo. Senin (23/2/2026).
Bazar Ramadan 2026 yang berlangsung 19 Februari sampai 15 Maret 2026 menampilkan produk dari 288 UMKM, serta pondok pesantren dan kelompok tani mitra Bank Indonesia, mulai dari olahan pangan, kerajinan, fesyen, hingga pangan organik yang dihasilkan pelaku UMKM, klaster pangan, serta pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan rantai nilai halal sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Rangkaian kegiatan Bazar Ramadhan juga diisi dengan kegiatan talkshow interaktif mengenai pengembangan UMKM, ekonomi keuangan digital dan pelindungan konsumen. Selain itu, dilakukan juga Gerakan Sadar ZISWAF, serta berbagai lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah yang dapat meningkatkan literasi ekonomi keuangan yang inklusif.
Sebagai bentuk inovasi, Bazar Ramadan 2026 juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, bazar turut menampilkan produk pangan organik yang dihasilkan UMKM binaan dan mitra kelompok tani, serta pesantren Bank Indonesia.
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
Kegiatan yang telah berjalan sejak 3 (tiga) tahun terakhir ini juga diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi selama Ramadan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Gorontalo, yang mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,12 persen (yoy) pada Triwulan IV 2025.










